🌺 [Bersua di Taman-taman Surga] 🌺
Adakah hati ini terbayangkan, syahdunya rumah di awalan petang?
Menyambut rembulan dengan perbincangan bersama orang tua, melepas mentari dengan canda ria bersama saudara.
Tikar yang digelar, kopi yang tersaji, celoteh dan tawa yang datang, menjadi penawar keletihan diri.
Tidakkah hati ini rindu, terhadap kekhusyuan suasana hari raya?
Melepas rindu di kampung halaman, bertemu eyang, pakdhe, sanak saudara, dan kawan se-permainan.
Hari raya, ketika hati dengan hati telah bertaut kembali, ketika satu jiwa mengungkapkan ketulusan untuk saudaranya
wahai Rabbi, betapa besar kenikmatan ini.
.
Aduhai, jika demikian indahnya kenikmatan bertemu dengan saudara tercinta,
dan demikian lezatnya perjumpaan setelah beberapa saat berpisah di dunia,
maka apalah lagi kenikmatan yang akan di dapat seorang mukmin di tempat yang bernama surga,
kala diri bersua dengan keluarga, melepas rindu setelah terpisahkan dalam kurun waktu yang lama.
Candaan apalagi yang lebih lezat dibanding candaan seorang muslim dengan saudaranya di surga kelak?
Kesejukan apalagi yang lebih besar dirasakan mata ketimbang memandang kembali wajah saudara kita disana?
Sungguh kita semua merindukan, akan tetapi itu semua tidak bisa diraih, kecuali jika kita dan keluarga kita bertauhid kepada Allah,
Allah azza wa jalla berfirman di surat Ath-Thur ayat 21 yang artinya:
“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya”
Janji Allah, kita akan bertemu dengan keluarga kita di surga, jika semuanya bertauhid kepada Allah.
Maka amalkan dan ajarkan tauhid kepada keluarga kita, ayah, ibu, putra dan putri serta saudara, ajarkan mereka untuk apa kita hidup di muka bumi, dan kepada siapa kita akan kembali.
✒ Tim Indonesia Bertauhid
Menyambut rembulan dengan perbincangan bersama orang tua, melepas mentari dengan canda ria bersama saudara.
Tikar yang digelar, kopi yang tersaji, celoteh dan tawa yang datang, menjadi penawar keletihan diri.
Tidakkah hati ini rindu, terhadap kekhusyuan suasana hari raya?
Melepas rindu di kampung halaman, bertemu eyang, pakdhe, sanak saudara, dan kawan se-permainan.
Hari raya, ketika hati dengan hati telah bertaut kembali, ketika satu jiwa mengungkapkan ketulusan untuk saudaranya
wahai Rabbi, betapa besar kenikmatan ini.
.
Aduhai, jika demikian indahnya kenikmatan bertemu dengan saudara tercinta,
dan demikian lezatnya perjumpaan setelah beberapa saat berpisah di dunia,
maka apalah lagi kenikmatan yang akan di dapat seorang mukmin di tempat yang bernama surga,
kala diri bersua dengan keluarga, melepas rindu setelah terpisahkan dalam kurun waktu yang lama.
Candaan apalagi yang lebih lezat dibanding candaan seorang muslim dengan saudaranya di surga kelak?
Kesejukan apalagi yang lebih besar dirasakan mata ketimbang memandang kembali wajah saudara kita disana?
Sungguh kita semua merindukan, akan tetapi itu semua tidak bisa diraih, kecuali jika kita dan keluarga kita bertauhid kepada Allah,
Allah azza wa jalla berfirman di surat Ath-Thur ayat 21 yang artinya:
“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya”
Janji Allah, kita akan bertemu dengan keluarga kita di surga, jika semuanya bertauhid kepada Allah.
Maka amalkan dan ajarkan tauhid kepada keluarga kita, ayah, ibu, putra dan putri serta saudara, ajarkan mereka untuk apa kita hidup di muka bumi, dan kepada siapa kita akan kembali.
✒ Tim Indonesia Bertauhid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar